Senin, 18 Agustus 2014

DIAGNOSA WAN SEMESTER 1 - VTP

VTP
VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur layer 2 yang terdapat pada jajaran Switch   Catalyst. Tujuan utama VTP adalah untuk menyediakan fasilitas sehingga switch dapat diatur sebagai sebagai suatu grup. Sebagai contoh, jika VTP dijalankan pada semua switch, pembuatan VLAN baru pada satu switch akan menyebabkan VLAN tersebut tersedia pada semua switch yang terdapat VTP management domain yang sama. VTP management domain merupakan sekelompok switch yang berbagi informasi VTP.  Suatu switch hanya dapat menjadi bagian dari satu VTP management domain, dan secara default tidak menjadi bagian dari VTP management domain manapun.
Saat membuat switch menjadi bagian dari suatu VTP management domain, setiap switch harus dikonfigurasi dalam satu dari tiga mode VTP yang dapat digunakan. Mode VTP yang digunakan pada switch akan menentukan bagaimana switch berinteraksi dengan switch VTP lainnya dalam management domain tersebut. Mode VTP yang dapat digunakan pada switch   adalah mode server, mode client, dan mode transparent.

Mode Server
VTP server mempunyai kontrol penuh atas pembuatan VLAN atau pengubahan domain mereka. Semua informasi VTP disebarkan ke switch lainnya yang terdapat dalam domain tersebut, sementara semua informasi VTP yang diterima disinkronisasikan dengan switch lain.

Mode Client
VTP client tidak memperbolehkan administrator untuk membuat, mengubah, atau menghapus VLAN manapun. Pada waktu menggunakan mode client mereka mendengarkan penyebaran VTP dari switch yang lain dan kemudian memodifkasi konfigurasi VLAN mereka. Oleh karena itu, ini merupakan mode mendengar yang pasif. Informasi VTP yang diterima diteruskan ke switch tetangganya dalam domain tersebut.

Mode Transparent
Switch dalam mode transparent tidak berpartisipasi dalam VTP. Pada waktu dalam mode transparent, switch tidak menyebarkan konfigurasi VLAN-nya sendiri, dan switch tidak mensinkronisasi database VLAN-nya dengan advertisement yang diterima. Pada waktu VLAN ditambah, dihapus, atau diubah pada switch yang berjalan dalam mode transparent, perubahan tersebut hanya bersifat lokal ke switch itu sendiri, dan tidak disebarkan ke swith lainnya dalam domain tersebut.

Source:




DIAGNOSA WAN SEMESTER 1 - VLAN

VLAN
·         Pengertian
VLAN adalah Virtual LAN yaitu sebuah jaringan LAN yang secara virtual dibuat di sebuah switch. Pada switch standard (un-manage-able switch ) biasanya akan meneruskan traffic dari satu port ke semua port yang lain ketika ada traffic dengan domain broadcast yang sama melewati port tersebut. 
Untuk switch yang khusus (manage-able switch), mereka mampu untuk membuat beberapa LAN yang berbeda dengan id yang berbeda di tiap portnya, dan hanya akan meneruskan traffic ke port-port yang memiliki id yang sama. 
Switch type khusus (manage-able switch) ini sebenarnya sudah secara otomatis memasang VLAN di dalamnya (vlan id = 1) yang beranggotakan semua port yang ada. 

·         Mengapa VLAN perlu diimplementasikan
Ketika sebuah network menjadi semakin besar skalanya, dan membuat traffic broadcast menjadi beban di seluruh network. Beban terlalu besar yang disebabkan oleh traffic broadcast ini bisa menyebabkan network menjadi down dan tidak se-responsif sebelumnya. 

·         Mengapa Menggunakan VLAN ?
1.       Kontrol Terhadap Broadcast
Administrator dapat mengkontrol broadcast pada sebuah network, agar traffic broadcast tidak menjadi beban di seluruh network.
2.       Keamanan
Administrator akan dapat memiliki kontrol ternhadap setiap port dan user dengan cara membuat VLAN dan menciptakan banyak kelompok broadcast, dengan demikian user tidak akan bisa lagi dengan leluasa untuk menghubungkan work station mereka ke sembarang port pada swich dan memperoleh akses ke sumber daya network.
3.       Fleksibilitas dan Skalabilitas

·         Kapan VLAN perlu diimplementasikan ? 
  • Memiliki lebih dari 200 node perangkat di dalam jaringan.
  • Banyak terjadi traffic broadcast di dalam jaringan.
  • Anda ingin membagi beberapa user menjadi group-group tersendiri untuk meningkatkan keamanan.
  • Mengurangi traffic broadcast yang banyak disebabkan oleh serangan virus dan program pengganggu lain yang akan memporak porandakan jaringan.

Source:
BUKU CCNA Cicso Certified Networking Associate
·         http://mikrotik.co.id
·         www.kemendag.go.id

DIAGNOSA WAN SEMESTER 1 - HIRARKI WAN DAN PERANGKAT PEMBENTUK WAN

HIERARKI WAN 
1.       Core Layer
·         Pengenalan
Core layer digunakan untuk memberikan struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkan dalam meneruskan traffic pada kecepatan yang sangat tinggi.
·         Fungsi
Ø  Menjadi backbone jaringan yang bertanggung jawab pada traffic jaringan.
Ø  Mengatur kapasitas traffic dan pengiriman pada traffic dengan cepat dan handal.
·         Tugas
Ø  Mengatur traffic secara keseluruhan dengan baik, cepat, dan handal.
Ø  Melakukan desain jaringan dengan menggunakan latency yang rendah.

2.       Distribution Layer
·         Pengenalan
Distribution layer merupakan pemisah antara Core layer dengan Access layer, dan bertujuan untuk memberikan batasan dalam akses dan filter untuk menuju ke jaringan inti.
·         Fungsi
Ø  Mengontrol traffic jaringan dengan cara melakukan pengawasan pada broadcast domain dan mengelompokkan lalu lintas pada switch agar dapat ke subnetwork terpisah.
·         Tugas
Ø  Menyediakan layanan routing, filtering, dan menentukan cara terbaik untuk menangani sebuah permintaan layanan dalam jaringan.

3.       Access Layer
·         Pengenalan
Access layer digunakan untuk menyuplai trafik ke jaringan dan melakukan network entry control. Para user mengakses jaringan melalui layer ini. Access layer berfungsi sebagai gerbang atau pintu masuk menuju sebuah jaringan.
·         Fungsi
Ø  Menyediakan sarana bagi user untuk mengakses jaringan WAN dan juga untuk mengizinkan user menggunakan perangkat yang sudah diizinkan oleh server.
·         Tugas
Ø  Meneruskan access control dan policy yang diterima dari Distribution layer.
Ø  Mengendalikan akses user dengan workgroup, untuk masuk ke sumber daya internetwork.


4.       PERANGKAT PEMBENTUK WAN
·         DCE ( Data Circuit Equipment )
Merupakan perangkat yang berfungsi untuk menkonversi sinyal. Device yang termasuk DCE antara lain : Hub, Switch, dan Modem.
·         DTE ( Data Terminal Equipment )
Merupakan perangkat yang melewatkan data dari CPE menuju DCE untuk dikonversikan. Berfungsi untuk mengkonversikan sinyal yang diterima agar bisa sampai pada user. Device yang termasuk DTE antara lain : Terminal ( PC, Laptop ).
·         CO ( Central Office )
Merupakan perangkat yang mengendalikan dan mengatur perangkat – perangkat yang lain agar dapat bekerja dengan baik dan benar, dan merupakan pusat penyedia layanan.
Bagian yang termasuk CO antara lain : ISP
·         CPE ( Customer Premises Equipment  )
Merupakan perangkat jaringan yang dipasang pada user dan dikoneksikan ke perangkat jaringan yang ada di ISP. Device yang termasuk CPE antara lain : Telepon, dan ADSL Modem.

Source :
BUKU CISCO CCNP DAN JARINGAN KOMPUTER Karangan Iwan Sofana

Senin, 18 November 2013

Pengkabelan Jaringan

  Pengkabelan jaringan merupakan cara menata dan mengatur kabel yang menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya dalam suatu gedung atau bangunan agar kabel tersebut aman dan teratur. Berikut alat penunjang pengkabelan jaringan komputer :



  • Wall Plate

Gambar 1.0 Wall Plate -
 Sumber : http://www.ebay.com/






Disediakan sebagai ujung (endpoints) untuk kabel horizontal dengan begitu dapat membantu mengatur kabel. Wallplate bisa memiliki output untuk UTP, Fiber Optic, dan Coaxial.


Gambar 2.0 Conduit -
Sumber : http://corvallisdowntownliving.com/
  • Conduit
Pipa berbahan metal ataupun bukan metal, dan fleksibel, biasanya membentang di area kerja ke wiring closet. Salah satu keuntungannya ialah untuk menjaga kabel agar terhindar dari gangguan binatang maupun bencana. Maksimal isi didalamnya ialah 60% dari diameter conduitnya. 


  • Cable Tray
Gambar 3.0 Cable Tray -
Sumber : http://www.cabletiesandmore.com/

Alternatif dari conduit, biasanya dipakai untuk menagatur rute kabel. Biasanya seperti rak kabel yang digunakan untuk sandaran kabel, kabel hanya dibaringkan di Cable Tray agar mudah dalam proses      troubleshoting.      








Gambar 4.0 Raceways -
Sumber : http://www.cableorganizer.com/
  • Raceways
Tipe spesial dari conduit yang digunakan untuk meratakan kabel horizontal. Biasanya dipasang di luar tembok, biasanya juga raceways dibuat perkomponen. Dalam menggunakan race ways kita perlu memperhatikan pembelokan agar cocok dengan media kabel yang digunakan.







Gambar 5.0 Wiring Closet -
Sumber : http://web.cerritos.edu/
  • Wiring Closet
Biasanya diletakan di gedung untuk menjadi akhiran bagi network area.












  • The 66 punch DowBlocks
  • Dapat menampung 50 pasang kabel.  
    Gambar 6.0 The 66 punch Down Blocks - 
    Sumber : http://www.mountsdirect.com/



    • 110- S210 Punch Down Blocks 
    Menampung 25 -500 pasang kabel.
    Gambar 7.0 110- S210 Punch Down Blocks -
    Sumber : www.datacomtools.com



    • Patch Panel
    Alternatif lain dari punch blocks , dapat sebagai output RJ-45 .
    Gambar 8.0 Patch Panel -
    Sumber  : www.cableorganizer.co