Senin, 18 Agustus 2014

DIAGNOSA WAN SEMESTER 1 - FRAME RELAY

Frame Relay
Frame Relay, sesuai dengan namanya adalah teknologi yang mengandalkan frame-frame yang di’relay’ (diteruskan) untuk mengantarkan data. Frame merupakan sebuah paket data. Paket-paket data tersebut kemudian diberi tambahan kepala (header) untuk menetapkan alamat (address) tujuan, dan kemudian
ditransmisikan melalui jaringan.

Pengiriman paket-paket data tersebut berlangsung secara independen satu dengan yang lain, dan masing-masing dapat melalui rute yang berbedauntuk mencapai tujuannya meskipun berasal dari data sumber yang sama.Sehingga, dalam sebuah jaringan akan ada banyak jenis paket yang harus ditransmisikan dari pengirim ke penerima, prinsip ini dikenal sebagai Packet Switching.

Frame relay merupakan bentuk sederhana dari packet switching, memiliki prinsip kerja dimana frame-frame data secara berurutan dialirkan ketujuannya masing-masing berdasarkan informasi yang terdapat pada bagian awal ( header ) frame. Frame relay juga dirancang untuk mengurangi pemrosesan pada setiap node dengan cara meminimalisasi prosedur yang digunakan. Hal ini dilakukan untuk mengefisienkan waktu yang digunakan untuk penanganan kesalahan (error ) dan pengendalian arus data ( flow control).

Pada Frame Relay berlaku mekanisme bandwidth-on-demand yang sangat menunjang efektifitas dari Frame Relay.

Frame Relay mengirimkan paket dalam kumpulan frame-frame yang berisi data dan header. Informasi header yang terdapat pada setiap frame digunakan untuk menentukan routing dari data tersebut ke tujuan yang diinginkan. Adanya informasi header ini juga mengakibatkan setiap stasiun akhir dapat berkomunikasi dengan tujuan yang berbeda-beda melalui sebuah jalur akses tunggal yang terhubung ke jaringan.

Cara Kerja Frame Relay
Frame Relay menggunakan format frame High-Level Data Link Control (HDLC) dengan panjang sampai dengan 4 kilo bytes. Setiap frame diawali dan diakhiri dengan flag character (karakter penanda). Paket-paket kemudian disalurkan melalui satu atau lebih Virtual Circuit (sirkuit virtual) yang lebih dikenal dengan Data Link Connection Identifiers (DLCI). Sirkuit virtual menyediakan jalur komunikasi dua arah dari satu DTE ke DTE yang lain dan menggunakan alamat yang unik disebut DLCI.

Kemampuan ini dapat mengurangi kompleksitas jaringan dan penggunaan peralatan untuk menghubungkan sejumlah DTE. Sirkuit virtual pada Frame Relay terbagi dalam dua kategori yaitu Permanent Virtual Circuit (PVC) yang didefinisikan sebagai rangkaian atau jalur logik titik ke  titik yang terbentuk secara permanen dan Switched Virtual Circuit (SVC) yang didefinisikan sebagai sambungan logik antara dua titik pada jaringan yang dapat dibentuk dan diputuskan untuk setiap transmisi.

Pada Frame Relay tidak ada flow control. Tanpa proses flow control, maka jaringan dengan mudah akan membuang frame-frame yang tidak dapat dikirimkannya. Akan tetapi, protokol Frame Relay menyertakan aturan untuk mengendalikan dan meminimalisasi kehilangan frame (frame loss) pada level pengguna.

Unjuk Kerja Jaringan Frame Relay
Parameter-parameter yang dapat mempengaruhi penilaian terhadap unjuk kerja dalam jaringan Frame Relay adalah:

a. Access Rate (AR)
Access Rate (AR) atau bisa disebut juga dengan kecepatan akses merupakan kecepatan maksimum data yang dikirim untuk dapat masuk jaringan Frame Relay. Kecepatan akses ini berhubungan erat dengan
jaringan fisik yang digunakan. Kecepatan akses dapat pula dipandang sebagai batasan fisik dukungan kecepatan akses maksimum yang dapat
diberikan.

b. Commited Information Rate (CIR)
CIR didefinisikan sebagai kecepatan throughput dalam satuan bit persecond (bps) yang dijamin oleh jaringan untuk dilewatkan pada kondisi normal. Besar nilai CIR selalu lebih kecil atau sama dengan besar
kecepatan akses.

c. Bursting (Lonjakan Data)
Dalam hampir semua komunikasi data terjadi bursting (lonjakan data) pada saat transmisi. Salah satu keunggulan jaringan Frame Relay adalah kemampuannya untuk menangani transmisi bursting tersebut jika bandwidth yang tersedia memungkinkan untuk meneruskan transmisi.

Source:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar